website resmi metro reload pulsa murah

Tips Mengatur Keuangan dan Investasi untuk Masa Depan

Mengatur Keuangan dan Investasi untuk Masa Depan

Prinsip sederhana dalam mengatur keuangan adalah jangan sampai besar pasak daripada tiang. Jangan sampai besar pengeluaran daripada pemasukan. Jangan sampai gaji 1 juta pengeluarannya 3 juta. Kalau berdagang, jangan sampai baru untung 1.000 sudah berani jajan 15.000. 

Jika mengikuti hawa nafsu dan keinginan, apalagi gampang tergoda oleh kehidupan orang lain, maka kemungkinan besar peribahasa tadi bisa terjadi. Peribahasa besar pasak daripada tiang. Tidak usah iri melihat orang lain mempunyai mobil baru. Tidak usah panas hati melihat orang lain mempunyai rumah baru. Santai saja. Kalem saja. 


Mengatur Keuangan dan Investasi untuk Masa Depan

Yang terpenting bagi kita sekarang adalah bagaimana caranya mengatur keuangan dan investasi untuk masa depan kita. Menurut Robert T. Kiyosaki, ada tiga jalur menuju kekayaan luar biasa:

  • Manajemen Uang
  • Manajemen Bisnis
  • Manajemen Investasi

#Manajemen uang (mengatur keuangan)

Gunakan uang untuk memenuhi kebutuhan bukan memenuhi keinginan dan hawa nafsu. Gunakan uang untuk hal-hal yang bersifat produktif bukan konsumtif.
Ada beberapa point penting dalam mengatur keuangan atau manajemen uang. Urutannya tidak bileh dibalik. Sedekah » Utang » Saving » Biaya Hidup.


#Sedekah

Sedekah, donasi, santunan, atau apapun istilahnya untuk membantu orang lain. Ini yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Sedekah tidak perlu menunggu kaya. Mulailah dari sekarang. Justru dengan sedekah malah bisa membuat kita kaya. 


#Utang

Prioritas yang kedua adalah membayar kewajiban. Bayar cicilan, bayar utang, bayar kewajiban. Yang termasuk disini adalah: cicilan motor, cicilan mobil, rekening listrik, atau utang pribadi. 


#Saving

Urutan berikutnya adalah saving. Saving atau menabung jangan dilakukan di akhir bulan. Lakukan di awal bulan. Utamakan menabung daripada gaya hidup. Utamakan saving sebelum shopping. 

Saving bisa disimpan dalam bentuk tabungan, valas atau deposito. Intinya, saving adalah pengeluaran yang akan digunakan di masa depan. Saving erat sekali hubungannya dengan investasi. Besarnya investasi menentukan masa depan yang lebih cerah.


#Biaya hidup

Setelah semua hal di atas terpenuhi, baru sisanya untuk biaya keperluan sehari-hari. Baru sisanya untuk gaya hidup. Besarnya biaya hidup tidak bisa ditentukan secara umum. Tidak ada prinsip generik untuk hal ini. Yang tinggal di desa namun bekerja di kota, mungkin biaya hidupnya lebih rendah daripada biaya transportasinya. Yang tinggal dan bekerja di kota, mungkin biaya hidupnya lebih mahal daripada biaya transportasinya.

Urutan tadi tidak boleh diubah. Utamakan sedekah sebelum saving. Utamakan utang atau cicilan sebelum saving. Utamakan saving sebelum belanja keperluan sehari-hari. 


#Manajemen Investasi

Jika uang tabungannya sudah terkumpul lumayan besar, contoh 50 juta, maka tidak ada salahnya membeli lahan/tanah/kebun/properti. Beli rumah murah itu sama dengan beli properti. Beli 50 juta, renovasi, beri nilai tambah, jual 100 juta. Untungnya bisa 2 kali lipat.

Tapi, awas. Mobil bukan asset. Sekali lagi mobil bukan asset. Bukan alat investasi. Jadi hasil tabungannya tadi jangan langsung beli mobil. Mobil baru, apalagi mobil bekas. Walaupun belinya murah, namun perawatannya mahal. Bisa-bisa uang anda habis, gaji habis untuk jajan si mobil. Lupakan mobil. Lupakan dulu. Kita prioritaskan dulu untuk investasi.

Untuk investasi jangka panjang, properti itu lebih baik. Untuk investasi jangka pendek, deposito bisa dicoba. Tapi saya sangat menyarankan investasi jangka panjang. Contoh investasi jangka panjang adalah: reksadana, emas, dan properti.


#Reksadana

Uang dari saving tadi bisa diambil kira-kira Rp. 1 juta untuk membeli reksadana. Selanjutnya, setiap bulan kita bisa mengalokasikan saving untuk pembelian reksadana secara rutin. Caranya mudah. Gampang. Bisa dilakukan secara debet otomatis dari tabungan. 


#Emas

Ada beberapa kelebihan jika berinvestasi dalam bentuk emas. Pertama, kekayaan yang tersimpan akan terlepas dari ancaman inflasi. Kedua, harga emas cenderung stabil bahkan cenderung naik. Ketiga, investasi emas tergolong investasi yang risiko rendah karena harga emas dalam jangka panjang selalu naik. Keempat, investasi emas lebih mudah dicairkan dalam bentuk cash daripada investasi dalam bentuk lain. 


#Properti

Ada beberapa alasan mengapa kita harus mempunyai properti:

  • Tuhan tidak menciptakan bumi yang kedua.
  • Harga properti cenderung naik berkali-kali dan tidak fluktuatif.
  • Properti bisa dibeli dengan uang orang lain.
  • Tidak ada salahnya, mulai sekarang kita berinvestasi dalam bentuk properti. Contoh: rumah untuk dikontrakkan, kos, kios, ruko, lahan, kebun, sawah, atau ladang. 

Jika kita telaten dan tidak tergiur dengan kesenangan sesaat saat ini, maka masa depan yang cerah bukanlah hal yang mustahil kita raih. Menabung. Investasi. Mulai sekarang. Pada tahap berikutnya, kita akan memahami untuk menjadi kaya itu simple. Menjadi kaya itu sederhana. Menjadi kaya itu mainannya sedekah, investasi, bisnis dan properti.

0 Response to "Tips Mengatur Keuangan dan Investasi untuk Masa Depan"

Post a Comment